Asa ini begitu kuat kepadamu.
Tak mungkin rasanya melabuhkan asa kepada orang lain ketika asaku telah tersangkut kuat di relung hatimu.
Bila kupaksakan, mampukah aku bersandiwara selamanya?
Mampukah aku berpura-pura dan terus-menerus menggerus dan mengikis dinding hatiku?
Tak sanggup rasanya menyakiti hati yang lain.
Tak sanggup rasanya mengungkapkan asa palsu kepada yang lain.
Tak sanggup melihat orang lain mengalami getir asa yang tercabik lalu membeku dalam air cuka.
Tak akan kubiarkan orang lain merajut asa dalam angan seperti aku.
Akankah asa kita bersatu disaat kau mungkin tak tahu bahwa aku tetap menunggumu dan akan terus menunggumu?
Haruskah kau tahu tentang asaku disaat kau telah melabuhkan asamu kepada yang lain?
Mengapa sulit kuubah asaku?